Komunitas Sejarawan: IKN Picu Pemerataan Pembangunan dan Berdampak Positif untuk Masyarakat

Indonesiaku.news – Aktivis Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Samarinda Bahari (Lasaloka-KSB), Muhammad Sarip memberikan respons yang sangat positif terhadap rencana pemerintah melakukan pembangunan terhadap Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Menurutnya, jika dipandang dari aspek sejarah, sebenarnya Kalimantan, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi cikal bakal peradaban Nusantara.

“Tonggak peradaban Nusantara sebenarnya dimulai dari Kaltim dengan bukti arkeologis berupa 7 prasasti Yupa yang terletak di Muara Kaman Kabupaten Kukar,” kata Sarip di Kota Samarinda.

Peneliti Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara ini juga berpandangan, bahwa pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur akan memicu pemerataan pembangunan, baik di Kalimantan maupun di skala nasional pada umumnya.

“Apalagi jika posisinya di Kalimantan terkhusus Kaltim, yang merupakan satu dari provinsi penyumbang dana besar dari republik Indonesia, akan tetapi pembangunannya selama ini malah tertinggal dibandingkan pulau di Pulau Jawa,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Sarip menilai bahwa IKN di Kaltim nanti akan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat Kalimantan.

“Maka dari itu efek dari pemindahan ibu kota ini adalah bisa dilihat dari dampak luar biasa pembangunan di Kaltim beberapa tahun terakhir ini, dimana pembangunan infrastruktur secara kualitas dan kuantitas marak sekali terjadi di Kaltim,” paparnya.

Lalu, Sarip juga menyebut bahwa efek positif lainnya dari pemindahan IKN Nusantara adalah keberadaan dunia pendidikan di Kaltim juga sangat bergairah dan antusias, karena ada semangat untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) lokal mengingat ketika ibu kota dipusatkan di Kaltim, sehingga sektor pendidikan ini akan lebih membuka peluang SDM lokal untuk berkiprah di ibukota negara dan peluang untuk generasi Kaltim ke depannya lebih besar.

“Jadi dampaknya memang signifikan bagi SDM di Kaltim dan sekitarnya,” tutur Sarip.

Kemudian, ia juga menyebut bahwa wacana pemindahan IKN di Kalimantan tidak datang saat Presiden Joko Widodo memimpin, akan tetapi sudah ada sejak era pemerintah Presiden Ir Soekarno. Di mana menurut Sarip, justru Presiden Sukarno pada tahun 1957 telah mewacanakan perlunya pemindahan ibu kota negara ke sebuah kota yang baru dirancang, kota tersebut ternyata adalah Palangkaraya.

Namun, akibat dinamika politik terjadi revolusi nasional demokrasi terpimpin, presiden Soekarno urung memindahkan ibukota dan memusatkan bahwa segalanya berjalan di Jakarta.

“Akhirnya, pembangunan mercusuar yang begitu megah di Jakarta seperti stadion kemudian Monas dan mall pertama di Indonesia digencarkan,” tandas Sarip

Sumber : tagar.id

Periksa Juga

Persiapkan SDM untuk Dukung Pembangunan IKN

Indonesiaku.news – Perpindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur akan memacu pengembangan Sumber Daya …

indonesiaku.news