Kemenkes Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Memicu Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Indonesiaku.news – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan, bahwa misterius pada anak, tidak disebabkan oleh pemberian .

Pasalnya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya keterkaitan antara kasus hepatitis akut berat pada anak yang sudah divaksinasi Covid-19.

“Banyak berita menyebutkan, bahwa kejadian ini dihubung-hubungkan dengan vaksin Covid. Itu tidak benar, karena kejadian hepatitis akut saat ini tidak ada bukti (ilmiah) bahwa itu berhubungan dengan vaksin Covid,” ujar Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Prof Dr dr Hanifah Oswari, Sp.A(K), dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Kemenkes.

Dirinya mengakui, bahwa penyakit hepatitis memang berkaitan dengan infeksi virus, namun untuk kasus hepatitis akut pada anak ini masih belum diketahui penyebab pastinya.

Selain itu, Prof Hanifah menyampaikan sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit dengan virus Covid-19, meskipun terjadi di waktu yang bersamaan.

yang menyerang anak-anak memang tengah menjadi perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah melalui Kemenkes.

Dugaan sementara dari laporan yang ada, kata Hanifah, penyebab penyakit ini berasal dari virus yakni , SARS-CoV, dan virus lainnya.

“Jadi virus-virus yang tadi kita sebutkan itu diduga, karena masih mungkin kejadian yang (terjadi) bersamaan, tetapi bukan sebagai penyebab langsungnya,” terang Hanifah.

“Karena itu menghubungkan virus Covid dan penyakit saja belum bisa ditentukan, apalagi dengan vaksin Covid-nya. Berita seperti itu saya kira perlu diluruskan,” lanjutnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan hal yang senada. Menurutnya, berita hoaks terkait vaksin Covid-19 dapat memicu hepatitis akut misterius perlu diwaspadai.

“Di media sosial sudah banyak berita hoaks dikaitkan dengan vaksinasi untuk anak. Kalau tidak segera di-maintain bisa menjadi kontraproduktif untuk kita,” tutur Muhadjir.

Ia menambahkan, Kemenkes telah mengambil langkah kuratif maupun preventif, terhadap gejala hepatitis akut yang menjadi persoalan global.

Oleh sebab itu, kesiapsiagaan antara tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat pun perlu dipersiapkan dengan baik.

“Tidak ada jeleknya kalau lebih ofensif, jadi tidak menunggu tapi proaktif melakukan penyisiran besar-besaran di setiap daerah untuk memastikan hepatitis akut ini belum menyebar ke mana-mana,” kata Muhadjir.

“Kalau seandainya sudah menyebar bisa terdeteksi sejak dini dan segera bisa diatasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Juru Bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid, menambahkan bahwa sejauh ini tercatat tiga pasien anak yang diduga meninggal dunia karena hepatitis akut.

Berdasarkan hasil investigasi yang ada, ketiga pasien tersebut datang ke rumah sakit dengan kondisi stadium lanjut atau sudah berat.

Menurut hasil pemeriksaan, ketiga pasien tersebut di antaranya adalah anak berusia 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun.

Masing-masing dari mereka ada yang telah menerima vaksinasi Covid-19, dan ada yang belum mendapatkannya sama sekali.

“Yang (usia) 2 tahun belum mendapatkan vaksinasi, yang usia 8 tahun baru mendapatkan vaksinasi satu kali, dan yang 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi. Ketiganya Covid negatif,” jelas Nadia.

Kini, Kemenkes telah menunjuk Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso serta laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sebagai laboratorium rujukan, untuk pemeriksaan spesimen.

Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan guna menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Kemudian, diharapkan juga adanya rumah sakit rujukan di setiap kabupaten/kota.

Sumber : kompas.com

Periksa Juga

Harganas 2022: Seskab: Pemerintah Kerja Keras Percepat Penurunan Stunting

Indonesiaku.news – Pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun dari 30,8 …

indonesiaku.news