Kembangkan IKN Nusantara Sebagai Smart City

Indonesiaku.news – Konsultan Properti Knigt Frank ada beberapa sektor yang cukup potensial untuk dikembangkan pada pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sektor tersebut adalah sektor ritel, residential, office area, dan data center.

Senior Research Advisor Research Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan keempat sektor tersebut harus segera dikembangkan untuk mendukung kehidupan masyarakat di IKN Nusantara.

“Sektor ritel, kami menemukan survey ini bukan hanya ritel besar yang dibangun, tidak hanya privat ritel tetapi juga pabrik ritel termasuk stand alone ritel untuk menyediakan layanan kota dalam hal ini ritel perlu di support pengelola kota dalam mendrive kotanya,” ujar Syarifah dalam konferensi pers Knight Frank secara virtual, Rabu (31/8/2022).

Syarifah menjelaskan sektor ritel yang perlu dibangun saat ini di IKN Nusantara diantaranya adalah ritel dari berbagai skala, atau berbagai kelas, mulai dari yang kecil hingga yang besar seperti mall.

“Disebutkan pada hasil survey Investasi di Asia Pasifik saat ini setidaknya digenerate oleh beberapa sektor potensial, pertama residensial, kedua industrial, dan logistik mulai menjadi potensi investasi yang patut diperhitungkan, ada dua lagi yaitu ritel dan office,” sambungnya.

Asociate Director Properti and Engineering Services Knight Frank Indonesia, Toni Peredina menambahkan ada satu sektor lagi yang sebetulnya cukup potensial untuk dikembangkan di IKN Nusantara, yaitu terkait pengembangan data center.

Toni melihat wacana pemerintah yang memasang jargon IKN sebagai perwujudan dari smart city atau kota cerdas di Indonesia, maka tentunya tidak lepas dari pengelolaan data center yang memadai.

“Jadi kalau kita bicara smart city, semuanya sudah smart, semua yang smart itu kalau sekarang kaitannya dengan IoT, jadi semuanya yang dapat dikendalikan dengan genggaman tangan pasti menggunakan IoT, kalau sudah berbicara IoT itu pasti connect nya ke data center,” sambung Toni.

Menurutnya keberadaan data center di IKN Nusantara bakal sangat dibutuhkan. Karena menurutnya berbicara dan menerapkan smart city tidak mungkin bisa terwujud tanpa adanya daya center. Sehingga yang kemudian menjadi tantangan Pemerintah adalah bagaimana menyediakan infrastrukturnya.

“Jadi kalau ditanya prospeknya ini sangat bagus, tapi kalau dengan infrastruktur dari pemerintah yang tidak memadai investor juga mikir mikir mengeluarkan dana yang sangat besar bangun data center,” pungkas Toni.

Sumber : idxchannel.com

Periksa Juga

Puluhan Tahun Tak Dikunjungi Presiden, Warga Tanimbar Antusias Sambut Jokowi

Indonesiaku.news – Ada yang menarik dalam kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu …

indonesiaku.news