Jakarta Lewat! Ibu Kota Nusantara Diklaim Sumbang 23% PDB RI

Indonesiaku.news – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diharapkan menjadi pusat gravitasi baru dari perekonomian Indonesia yang kini cuma berada di Pulau Jawa. Bahkan diperkirakan, andil terhadap perekonomian nasional bisa mencapai 23%.

“Potensi ekonomi bisa sampai 23% PDB nasional, pada 2045 mendatang,” ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam kunjungannya ke kantor Transmedia, Jakarta, Kamis (27/1/2022)

Pembangunan IKN adalah proyek jangka panjang yang dilaksanakan secara bertahap dalam 20-25 tahun mendatang. Biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 466 triliun, dimana porsi terbesar akan diserahkan kepada swasta.

“Kota itu kan berkembang, jadi butuh waktu,” ujarnya.

Berdasarkan dokumen Kementerian PUPR yang diterima CNBC Indonesia, konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur menggunakan dana APBN.

Pembangunan KIPP IKN dikabarkan akan terdiri dari kantor pusat pemerintahan, serta kawasan permukiman yang diperuntukkan para aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan masyarakat umum.

Pemerintah menargetkan akan ada sebanyak 320.000 populasi yang akan tinggal di KIPP IKN hingga 2045. Oleh karena itu, setidaknya sekira 82.253 unit hingga 100.000 unit rumah akan dibangun, dengan asumsi per unit diisi oleh 3-4 orang.

Kawasan pemukiman di KIPP IKN tersebut nantinya akan diisi oleh masyarakat yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, dan masyarakat umum. Dengan komposisi yakni 70% ASN, TNI/Polri, dan 30% lainnya masyarakat umum.

Adapun jumlah hunian yang dialokasikan sebanyak 73.026 unit diperuntukkan bagi ASN, TNI/Polri dan sebanyak 9.327 unit hingga 27.000 unit lainnya untuk masyarakat umum.

Sementara itu, investor akan masuk pada sektor komersial dan beberapa industri yang dibuka. Menurut Suharso, sederet investor sudah banyak yang menyatakan minat. Mulai dari Timur Tengah, Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang hingga Singapura.

“Pasti mereka masuk di tempat yang menjanjikan tingkat produktivitas yang tinggi. Kita membuat klaster di sana. bukan hanya residensial, tapi ada komersil dan industri dan ada beberapa industri yang kita buka, kita ibarat membuka kawasan ekonomi dan insentif yang luas,” pungkasnya.

Pemerataan Ekonomi

Adanya pusat gravitas baru, pemerataan ekonomi diyakini bisa tercipta. Kini mayoritas ekonomi dikuasai Jawa. Selanjutnya Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan beberapa pulau lainnya.

“Jadi ketika itu digeser, ekonomi di daerah lain itu tumbuh. Tidak hanya IKN namun kota-kota yang ada disekitarnya. Khususnya Samarinda dan Balikpapan,” terang Suharso.

Jawa sendiri tentu tidak akan ditinggalkan. Namun pembenahannya akan menjadi lebih mudah, terutama menyelesaikan persoalan kepadatan penduduk hingga perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

“Begitu juga dengan Jakarta, Jakarta akan tetap cantik dan menarik,” tegas Suharso.

Sumber : cnbcindonesia.com

Periksa Juga

Sekjen Kemnaker: Job Fair Virtual Sangat Bermanfaat dan Lebih Efisien

Indonesiaku.news – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menjelaskan berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) …

indonesiaku.news