Hadiri KTT Secara Virtual, Jokowi Minta Tingkatkan Vaksinasi Penuh di ASEAN

Indonesiaku.news – Presiden Joko Widodo(Jokowi) menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-39 yang digelar secara virtual pada Selasa (26/11) hari ini. Jokowi mengatakan penurunan angka kasus Covid-19 di kawasan ASEAN harus bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk bangkit bersama.

Jokowi mengajak para pemimpin ASEAN untuk melakukan sejumlah langkah percepatan dan penguatan di bidang kesehatan. Pertama, dia menekankan pentingnya percepatan vaksinasi di ASEAN. Saat ini, kata Jokowi tingkat vaksinasi penuh di kawasan ASEAN masih 10 persen di bawah rata-rata dunia.
VDO.AI

“ASEAN harus terus melakukan pembelian vaksin untuk anggotanya, terus memerangi diskriminasi dan politisasi vaksin, dan menyuarakan pentingnya kesetaraan akses vaksin bagi semua,” kata Jokowi.

Kedua, Jokowi meminta pentingnya penguatan arsitektur kesehatan kawasan dalam mengatasi pandemi. Harmonisasi kebijakan darurat kesehatan publik antarnegara ASEAN, terkait dengan deteksi, mitigasi, dan cross border policy, harus segera dilakukan.

Jokowi juga meminta agar COVID-19 ASEAN Response Fund harus ditransformasikan menjadi pendanaan kesehatan kawasan yang kuat. ASEAN Emergency Health Fund yaitu untuk mendanai akses terhadap alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan, dan vaksin di masa darurat. ASEAN Regional Reserve of Medical Supplies perlu terus diperkuat.

“Di saat yang sama, kawasan ASEAN didorong menjadi hub pusat produksi alat kesehatan, diagnostik, obat-obatan dan vaksin kawasan. Ini untuk menjamin pasokan kebutuhan negara ASEAN saat terjadi darurat kesehatan publik,” bebernya.

Dia menjelaskan keberhasilan dalam bidang kesehatan akan membuka pintu kesuksesan di bidang perekonomian. ADB Outlook 2021 memperkirakan pertumbuhan ekonomi ASEAN di tahun 2022 sebesar 5 persen.

“Kita harus membuktikan bahwa kita bisa mencapai lebih dari itu, dengan cara disiplin bekerjasama dan melakukan langkah bersama,” ujarnya.

Adaptasi Ekonomi Digital Harus Dipercepat

Dia menjelaskan ada banyak agenda yang perlu dilakukan bersama. Oleh sebab itu, Jokowi menekankan pentingnya reaktivasi perjalanan, termasuk pariwisata yang aman dari Covid-19 dan dipercaya oleh masyarakat global.

“Penerapan koridor perjalanan berdasar ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) perlu segera diimplementasikan dengan tertib,” bebernya.

Selain itu, adaptasi menuju ekonomi digital harus dipercepat di semua negara untuk menyiasati keterbatasan pergerakan manusia. Sebagai kawasan dengan pertumbuhan internet tercepat di dunia, potensi ekonomi digital ASEAN sangat besar.

“Selama pandemi, ekonomi digital tumbuh mencapai 100 miliar dolar AS di tahun 2020. Hal ini menjadi batu lompatan kemajuan ekonomi di kawasan kita dan menjadi kontribusi ASEAN untuk pemulihan ekonomi global,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Sumber : merdeka.com

Periksa Juga

Jokowi Ingin Tempatkan RI Jadi Bagian Rantai Pasok Global Sektor Kesehatan

Indonesiaku.news – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden AS Joe Biden mengadakan pertemuan bilateral di …

indonesiaku.news