Digitalisasi Pacu Ekonomi Kreatif Indonesia

Indonesiaku.news – Situasi pandemi yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia sejak tiga tahun belakangan telah memberi berkah bagi para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Tanah Air.

Di tengah ketatnya penerapan protokol kesehatan di antaranya menjaga jarak dan tidak berkerumun. Telah menjadikan para konsumen memiliki altenatif berbelanja aneka produk UMKM secara daring atau online.

Ini kemudian mendapat sambutan banyak UMKM di Indonesia dengan mengubah pola penjualan mereka. Semula mereka hanya mengandalkan cara-cara konvensional seperti penjualan tatap muka, kemudian berubah menjadi daring dengan memanfaatkan teknologi digital. Melalui mekanisme ini, mereka selain dapat meningkatkan volume penjualan, juga mampu melakukan banyak penghematan. Daya jangkau pemasaran pun menjadi lebih luas bahkan hingga ke seluruh dunia.

Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong UMKM untuk lebih banyak lagi terjun ke dalam ekosistem ekonomi digital. Terlebih, dalam laporan e-Conomy SEA 2021 lalu, kontribusi ekonomi digital terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mencapai USD 70 miliar atau sekitar Rp102,2 triliun.

Prakiraanya tumbuh 49 persen secara tahunan (year-on-year). Berdasarkan laporan Google, Bain & Company, prediksi angka itu akan melonjak berlipat-lipat pada 2025 menjadi USD 146 miliar (Rp 2.131,6 triliun).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan sektor UMKM mampu menyerap 97 persen tenaga kerja di Indonesia.

Dan kontribusi sektor ini terhadap kinerja ekspor mencapai USD15,06 miliar (Rp219,87 triliun). Motor penggeraknya adalah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner. “Akan meningkatkan ekosistem ekonomi digital di kawasan Asia termasuk di Indonesia,” katanya.

Saat ini di Indonesia terdapat 8,2 juta usaha ekonomi kreatif (ekraf) yang dominasinya oleh ketiga subsektor tersebut.

  • Fesyen menjadi penyumbang tertinggi sektor ekraf dengan capaian 60,68 persen
  • Kriya (31,52 persen)
  • Kuliner (5,89 persen).

Di luar itu, perkembangan pesat teknologi digital turut memacu subsektor ekraf lainnya. Seperti film, animasi, desain komunikasi visual, dan video. Selama masa pandemi di 2021, nilai ekspor Indonesia dari sektor ekraf mencapai USD 24,15 miliar (Rp352,59 triliun) atau naik 27,31 persen dari 2020.

Data Kemenparekraf mencatat. Pertumbuhan sektor ekraf di 2019 saja sebesar 7,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional atau sekitar Rp1.153,4 triliun. Indonesia saat ini ada pada posisi tiga besar secara global dalam andil ekspor sektor ekraf terhadap PDB setelah Amerika Serikat. Dengan industri film Hollywood dan Korea Selatan lewat K-Pop.

Untuk mendorong makin tumbuhnya ekosistem ekonomi digital di Tanah Air, menurut Sandiaga, pemerintah melakukan berbagai upaya. Seperti menggandeng pihak swasta, asosiasi, dan komunitas untuk meningkatkan keahlian talenta digital.

Ia menyebut, Kemenparekraf menyediakan beberapa program inkubasi talenta digital. Misalnya Baparekraf Developer Day (BDD), Baparekraf for StartUp (Bekup), Baparekraf Digital Talent (BDT), dan Baparekraf Digital Entrepreneurship (BDE).

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya membeberkan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Hingga 2024, targetnya ada 30 juta UMKM yang masuk ekosistem ekonomi digital. Seperti berjualan di lokapasar (marketplace) atau lokadagang (e-commerce).

Pada 2021 lalu terdapat 18,5 juta UMKM on boarding. Atau lebih banyak dari 2020 ketika baru terdapat 8 UMKM bertransformasi ke ranah digital.

Pemerintah, kata Eddy, telah menyiapkan empat strategi transformasi agar UMKM dan koperasi menjadi lebih modern.

  • Pertama, transformasi dari informal menjadi formal
  • Digitalisasi usaha, dan transformasi rantai nilai secara global.
  • Modernisasi koperasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital seperti penerapan pembayaran digital (digital payment).

Sumber : minews.id

Periksa Juga

Mengoptimalkan Belanja Produk Negeri Sendiri

Indonesiaku.news – Ketidakpastian global telah melanda semua negara di dunia. Semua negara akhirnya berusaha mengatasi …

indonesiaku.news