Dana Haji Aman, Masyarakat Diminta Waspadai Hoax

Indonesiaku.news – Berita bohong (hoax) dana haji digunakan pembiayaan infrastruktur membuat Jaringan Mubalig Muda Indonesia (Jammi) geram. Jammi menilai bahwa pemerintah melalui Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu berulangkali membantah isu tersebut.

“Melalui Pak Moeldoko, pemerintah juga membantah isu tersebut. Tidak benar ada dana calon haji yang dipakai untuk ini-itu. Kalau ada isu macam-macam, itu sudah menyesatkan,” ungkap Koordinator nasional Jammi, Irfaan Sanoesi Rabu (9/6/2021).

Jammi menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak mungkin menerbitkan kebijakan yang akan merugikan kepentingan bangsa dan negara, terlebih bertujuan menghalang-halangi rakyatnya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Problem utama tidak diselenggarakannya haji tahun 2020 dan 2021 adalah terkait pandemi. Pemerintah mengutamakan keselamatan jiwa warganya. Tidak terkait sama sekali dengan dana haji yang digunakan ini dan itu. Tidak sama sekali. Jelas itu hoax yang menyesatkan,” tegasnya.

Jammi juga mengingatkan penegasan dari Kepala BPKH, Anggito Abimanyu terkait berita bohong tersebut. Dia memastikan bahwa dana haji yang mencapai Rp 150 triliun (per Mei 2021) tetap aman dan tidak terlibat kasus yang merugikan calon jemaah haji.

“Tidak ada utang akomodasi Arab Saudi dan tidak ada alokasi infrastruktur yang menimbulkan risiko tinggi bagi dana haji,” ujarnya.

Menurut Jammi bantahan yang disampaikan oleh Kepala KSP, Moeldoko dan Kepala BPKH, Anggito Abimanyu mestinya tak membuat masyarakat resah. Namun hoaks tersebut terlanjut sudah menjalar kemana-mana sehingga sulit sekali meredamnya.

Jammi mengingatkan bahwa hoaks tersebut dapat menimbulkan kegaduhan bahkan perpecahan di tengah masyarakat. “Kita menghimbau dengan segera kita menghentikan kabar bohong itu karena dapat membuat gaduh bahkan mengancam integrasi bangsa,” ajak Koordinator Nasional Jammi, Irfaan Sanoesi.

Jammi mengingatkan bahwa jika dibandingkan dengan negara-negara lain, biaya haji di Indonesia itu termasuk paling murah karena disubsidi oleh negara.

“Indonesia dikenal oleh negara-negara muslim dunia sebagai aktsara jama’ah wa ahsana nidzoman. Jemaah haji paling besar dan manajemennya terbaik. Ini harus kita syukuri karena tak semua negara mendukung warganya untuk berangkat haji dengan biaya yang disubsidi oleh negara,” pungkasnya.

Sumber : beritasatu.com

Periksa Juga

Ada Tambahan 2,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pekan Ini, Prokes 5M Jangan Dilupakan

Indonesiaku.news – Sepekan ini sejak 7 Juni 2021, paling tidak ada tambahan pasokan Vaksin Covid-19 …

Tinggalkan Balasan

indonesiaku.news